Senin, 20 Agustus 2018

Yang sering kau abaikan


Hal-hal yang sering diabaikan tapi tidak pernah bosan hadir setiap sore
Kata Pendeta tadi pagi, kita minimal 300 kali mengambil keputusan dalam sehari. Jika itu adalah jumlah minimal, maka saya tidak tahu berapa banyak pertimbangan yang kau lakukan setiap setelah bangun tidur sampai tidur lagi. Meski begitu sering, tapi kau sering kali mengabaikan saya tanpa mengikutsertakannya dalam setiap keputusanmu.
Apa?
Saya sudah tidak begitu penting lagi sekarang?

Coba saja kalau keadaan begitu rumit, kau datang semaumu. Jika semua dirasa baik-baik saja, kau mulai berbuat seenaknya. Saya sudah hapal tabiatmu, dikala dunia berantakan namun finansialmu baik atau kau belum berada di ujung batas aman, maka urusan orang bukan lagi jadi urusanmu. Maka kau mulai bersandar pada pengertianmu sendiri, tanpa peduli apa sebaiknya yang mesti dilakukan.
Kalau kau sudah menemukan hal-hal yang sifatnya sesaat, maka saya pasti akan jadi yang pertama kau abaikan. Kau tidak lagi ada perhitungan saat bertindak, tidak lagi menimbang-nimbang apa yang harus menjadi prioritas.
Tapi ketahuilah, saya selalu siap untuk ada di sampingmu di saat kapanpun kau butuh. Karena saya tahu, saya harus ada di hidupmu agar supaya kau tidak salah melangkah. Agar supaya 300 keputusan yang paling tidak kau ambil dalam sehari terencana dengan baik, termasuk melawan ngantuk dan malas, lalai, juga menghindari pengalihan fokus.




Tertanda,
Dari yang sering kau abaikan: Hikmat




22 komentar:

  1. yang sering diabaikan itu keputusan?

    saya masih ga ngerti setelah baca 2 kali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, nggak apa-apa mas kalo nggak ngerti. Soalnya saya bikin tulisan di paling bawah begini:

      Tertanda,
      Dari yang sering kau abaikan: Hikmat

      Jadi, yang sering diabaikan itu adalah Hikmat.
      Terima kasih sudah baca 2x :)

      Hapus
  2. Serius nanya. "Agar supaya" itu emang bakunya? Selama ini gue pikir "agar supaya" itu pemborosan lho? Tapi kalau emang baku, LAH SELAMA INI GUE KE MANA AJA YAAAAA?!

    Ehm. 300 pertimbangan dalam sehari. Itu pun jumlah minimal ya. Ini ukurannya untuk semua orang lintas usiakah? Ternyata manusia itu hebat ya. Sehari minimal mikirin 300 pertimbangan. Dan dari jumlah sebanyak itu, kadang masih ada aja yang bertindak sembarangan. Luar biasa. 300 itu nggak sedikit lho. Berarti prioritas mereka apaan coba? Udah dikasih minimal 300 masih sering ambil tindakan yang ngaco. Huhu.

    Tapi ini jadi semacam sindiran buat orang-orang berkecukupan juga ya? I got the point over there. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Agar supaya" itu sebetulnya mubazir. :)

      Hapus
    2. Gue juga notice "agar supaya" beberapa kali dan ikutan mikir. Eh kalian mikir juga ternyata.

      Hapus
    3. Jadi gais, penggunaan 'agar supaya' itu sesungguhnya saya tau kalau itu salah, tapi beberapa kali baca kalimat di tulisan lain biasanya karena penekanan sesuatu.

      'agar supaya kau tidak salah melangkah'
      *pembelaan*

      wkwkwk ampuni hamba.

      Hapus
  3. Saya hikmat kalau lagi susah doang kayaknya deh. Sering lupa kalau udah membaik keadaannya. Tapi, masa saya harus berada dalam kesusahan terus? :(

    BalasHapus
  4. Iya juga sih ini. Banyak orang yang kayak mengabaikan 'hikmat' disaat mereka merasa amat sangat nyaman atau aman dengan suatu hal, dan lekas kembali disaat mereka merasa tertekan atau apalah itu namanya.

    Jadi...

    kembali pada sila keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh HIKMAT dalam permusyarawatan/perwakilan.

    Btw, mba, saya ngantuk blogwalking jam 2 pagi. Bole bobok bentar enggak?

    BalasHapus
  5. keputusan memang sukar juga untuk dibuat..

    lebih -lebih lagi jika melibatkan duit

    BalasHapus
  6. Seriusan 300x lebih ya? Wow. Sering juga ternyata gue terlatih mengambil keputusan ya ternyata. Tapi tetep aja, nggak bisa gampang mengambil keputusan yang sulit. Huhu.

    Sejujurnya gue nggak tau, hikmat itu arti sebenarnya apa ya :D

    BalasHapus
  7. Waduh ini makjleb banget tulisannya. Baguus. Suka nih. hehehe. Anyway, kayaknya baru pertama kali main ke sini. Salam kenal yaa! \(w)/

    BalasHapus
  8. Susah sekali mba untuk mengambil keputusan melawan rasa kantuk hehe Apalagi ketika rasa lelah mulai datang karena banyaknya agenda :)

    BalasHapus
  9. Wew tanpa sadar minimal 300 keputusan yg kita ambil setiap hari, aku bgt nih suka mengabaikan. Hikmat kl lg susah doang, ya ampun. Maaf kan :(

    BalasHapus
  10. Lalai dan gagal focus, sepertinya sudah menjadi tabiatku. Tapi aku terus melawan semuanya, agar aku menjadi orang yang mandiri. Biar bisa mencapai puncak kemapanan dalam kehidupan ini.

    BalasHapus
  11. Mengambil keputusan 300 kali sehari, wduduh banyak banget ya.

    Semoga tulisan ini jadi pengingat mbaknya jangan abai terhadap hikmat

    BalasHapus
  12. Pengalaman mengajarkanku untuk ... ikutan seperti yang kak Onix ambil, mikir 300 kali duluan sebelum ambil keputusan TERbaik.

    Bukan kenapa, berkali-kali aku nemuin peristiwa ngga ngenakin, niatannya berbuat baik malah berujung jadi menyakitkan.
    #Curhat
    #Hikmat

    BalasHapus
  13. Setelah membaca tulisan ini, saya langsung coba googlin untuk mencari tahu makna Hikmat. Hehe

    Dan ya, sepertinya orang-orang, termasuk saya, juga merasa Hikmat di saat sedang dalam keadaan terpuruk dan susah. Kalau sudah senang jadinya lupa. Hm.

    BalasHapus
  14. Buset, dalam amat yah tulisannya

    BalasHapus
  15. jadi sebuah intropeksi ke diri sendiri, biar ga inget Tuhan di saat butuh saja.
    gue nangkepnya gitu sih. ehe

    BalasHapus
  16. Nemplak. Trima kasih udah nulis ini. Introspeksi buat gue biar berhikmat kalau buat keputusan.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.