Rabu, 08 Agustus 2018

Sistem Terintegrasi, Solusi Cerdas Infrastruktur Prioritas Jokowi Bagi Palopo


Siang itu saat sedang beberes tumpukan kertas hasil revisi tugas akhir di sudut kamar, mata saya tertuju pada majalah ukuran A4 dengan sampul berwarna dan masih rapih tidak terlipat diujung halamannya. Sebuah majalah dengan label ‘Gold Winner Inhouse Magazine Award 2017’ di bagian kanan atas setelah judul KIPRAH –Hunian, Infrastruktur, Kota dan Lingkungan- yang membahas tentang inovasi teknologi bidang infrastruktur. Majalah yang sampai saat ini menjadi satu-satunya terfavorit dari sejumlah majalah yang ada di kamar saya, didapatkan ketika sedang menjalani Kerja Praktik di konsultan Tata Ruang Jakarta tahun lalu.

Isinya menarik. Berbagai inovasi teknologi dari Kementrian bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nyatanya tidak pernah berhenti. Sebagai mahasiswa akhir yang menggeluti bidang perencanaan wilayah dan kota, bagi saya sejauh ini, teknologi adalah salah satu cara yang efisien dalam menyelesaikan masalah perkotaan. Sebut saja Flyover Antapani, teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP), RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), teknologi air limbah, Judesa (Jembatan untuk Desa), Jembatan Apung, pemanfaatan asbuton (aspal batu buton), SINDILA (Sistem Informasi Dini Lalu Lintas).

Tunggu, sepertinya saya mulai tidak sadar sudah sebanyak itu teknologi yang baru saja disebutkan. Ini karena saking banyaknya, ya hehe.

Kebetulan di depan laptop, saya penasaran. Kok bisa sebanyak ini inisiasi teknologi infrastruktur yang dicanangkan pihak PUPR. Saat berselancar di google, mata saya tertumbuk pada berita Presiden Jokowi melakukan rapat tertutup guna membahas infrastruktur prioritas di Indonesia. Lumayan berat tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi bersama wakilnya, Jusuf Kalla. Bicara mengenai infrastruktur, sudah pasti harus signifikan meningkatkan ekonomi masyarakat. 
Sumber: katadata.co.id
Menariknya adalah, inovasi teknologi di Indonesia juga turut dikembangkan oleh Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek). Didirikan berdasarkan Keppres nomor 43/1976 tanggal 1 Oktober 1976, Puspiptek ditujukan sebagai kawasan terpadu dan dimaksudkan agar dapat membentuk kemampuan yang kuat bagi pengamanan dan pelaksanaan kegiatan penelitian iptek yang berhubungan dengan Program Riset Nasional. Puspiptek diarahkan sebagai sebuah kawasan yang mengintegrasikan unsur-unsur inovasi yang terdiri atas lembaga litbang, pendidikan tinggi, serta sektor bisnis (industri), dalam kerangka sistem inovasi nasional (SINas) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDa). Salah satu inovasi yang digiatkan oleh Puspitek yaitu Technology Business Incubation Center. 

Pertanyaannya, apakah inovasi teknologi di Indonesia sudah merata? Apalagi bagi saya yang sekarang tinggal di Pulau Jawa masih melihat struktur ekonomi masih berpusat di sini. Fakta menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara lain. Salah satu indikatornya adalah besaran Logistics Performance Index (LPI). Salah satu aspek yang dinilai dalam pengukuran kinerja berbasis perdagangan antar negara ini yang menarik perhatian yaitu infrastruktur, pengiriman internasional, kualitas dan kompetensi pekerja logistik, penelusuran pengiriman (tracking and tracing) dan waktu pengiriman. Walaupun secara absolut, kondisi infrastruktur Indonesia mengalami perbaikan yang signifikan tahun 2014. Namun pada tahun yang sama, Indonesia menempati urutan ke 53, di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Sekilas Mengenai Kota Palopo
Melihat pembangunan infrastruktur yang belum merata, saya justru terkesan dengan salah satu kota kecil di Provinsi Sulawesi Selatan yang tampaknya belum disentuh dari segi perbaikan logistik. Kota Palopo. Kota yang letaknya di ujung berbatasan dengan Kabupaten Luwu di bagian Selatan dan Utara, Kabupaten Tanah Toraja di bagian Barat dan Teluk Bone di bagian Timur, memberikan peluang yang cukup besar dalam pengembangan dan pembangunan wilayah.

Disebut Kota Tujuh Dimensi, Palopo memiliki luas wilayah yang hampir sama dengan negara tetangga, Malaysia dan masih merupakan pusat kegiatan ekonomi bagi daerah-daerah sekitarnya. Saya belum pernah menginjakkan kaki di sana. Katanya, ada aroma khas pegunungan, daerah yang berbukit, hawa pesisir pantai dari teluk yang terbentang, serta pola kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Kawasan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan rakyat, dan budidaya ikan air tawar dapat dijumpai pada masyarakat yang bermukim dipinggiran kota. Sedangkan aktivitas masyarakat yang bergerak di jasa, perdagangan dan industri dapat dilihat di wilayah perkotaan. Membayangkannya saja, saya yakin kota ini menyimpan keindahan alam yang memesona, sekaligus menjadi ciri keramahan kota. Dengan dimensi wilayah ini, Kota Palopo memiliki 3 perspektif pembangunan wilayah yaitu wilayah pegunungan, wilayah dataran rendah dan wilayah pesisir.

Keberhasilan Infrastruktur Palopo Saat Ini
Tidak hanya bentang alamnya saja, Kota Palopo saat ini tengah mengalami kemajuan dari berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintah selama kepemimpinan HM Judas Amir-Akhmad Syarifuddin (JA) sebagai pasangan Wali Kota Palopo-Wakil Wali Kota Palopo periode 2013-2018. Sederet kemajuan itu dapat dilihat dari aspek pembangunan secara fisik wajah perkotaan, termasuk dari segi pembangunan di dunia pendidikan, ekonomi, pariwisata, olahraga, kesehatan, industri, jasa, dan lain sebagainya.  Pembangunan Gedung Kantor Wali Kota Palopo misalnya, atau icon Kota Palopo yang baru seperti Lapangan Pancasila yang baru diselesaikan tahun 2017. Berbagai keberhasilan pembangunan bidang infrastruktur lainnya seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, drainase, dan sambungan air minum menjadi bukti nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dari segi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Kota Palopo mengalami peningkatan yang signifikan. Terhitung mulai 2013, nilainya meningkat sekitar 430 miliar sampai tahun 2016. Angka yang fantastis bukan?

Potensi Tersembunyi
Mengacu pada Visi Pemerintah Kota Palopo yaitu "Terwujudnya Palopo sebagai Kota Pendidikan, Jasa, Niaga dan Agro Industri yang Berwawasan Agama, Budaya, dan Lingkungan yang Terkemuka di Indonesia", ada 4 hal yang menjadi perhatian khusus di kota ini yaitu Pendidikan, Jasa, Niaga dan Agro Industri. Melihat hal tersebut tentu ada potensi yang berkaitan langsung, misalnya:
Pelabuhan Tanjung Ringgit
Ketersediaan pelabuhan laut dengan kapasitas bongkar muat 5000 ton dengan akses yang sangat mudah ke jalan lingkar bagian luar maupun ke pusat kota. Tempat ini juga berfungsi sebagai sarana rekreasi.
Produk Unggulan
Komoditas Unggulan di sektor Pertanian adalah tanaman padi, sayur dan buah-buahan dengan luas areal per sektor 3.013 Ha dengan produksi rata-rata terbesarnya adalah Kakao. Belum lagi komoditas perikanan yang didominasi Rumput laut dengan produksi ribuan ton per tahun. 
Perniagaan
Pusat Niaga Palopo (PNP) merupakan pusat perbelanjaan yang potensial bagi masyarakat Palopo saat ini, termasuk pasar tradisional Andi Tadda. Seiring dengan perkembangan Kota Palopo, pengembangan Pasar Modern, Mall dan sejenisnya sangat menjanjikan.
Perspektif Kota Palopo
Visi Palopo Selaras Dengan Janji Jokowi
Pelabuhan Tanjung Ringgit dianggap sebagai pelabuhan penting pada masa Pemerintahan Kerajaan Luwu, karena biasa berlabuh beberapa kapal junk (perahu yang besar atau kapal layar). Di daerah ini tersedia barang dagangan berupa beras, kopra, kopi, cokelat dan hasil bumi lainnya, dan lada dalam jumlah besar. Dari hal tersebut dapat dilihat bagaimana posisi dan peranan Palopo sebagai Kota Pelabuhan penting di Nusantara yang memberikan gambaran posisi Palopo di jalur Internasional.

Aktivitas pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai pelabuhan alam melayani kegiatan bongkar muat khususnya barang-barang hasil pertanian dan perkebunan. Barang-barang hasil pertanian yang paling sering dipasarkan ke pulau lain lewat pelabuhan ini adalah beras. Beras merupakan komoditi utama masyarakat Sulawesi Selatan dan pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai mediator perdagangan dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Keberadaan pelabuhan tersebut mempunyai dampak yang sangat besar terhadap aktivitas ekonomi di daerah tersebut. Diharapkan geliat perekonomian khusus komoditas unggulan berupa Rumput Laut dan Perikanan di Kota Palopo dapat meningkat melalui pelayanan transportasi komoditas dari dan ke Kota Palopo. Sehingga terpangkasnya biaya transportasi yang selama ini hanya memanfaatkan transportasi darat yang kemudian dibawa menuju pelabuhan yang ada di Makassar atau Pare-Pare.
Pelabuhan Tanjung Ringgit
Source: di sini
Visi pemerintah Kota Palopo yang menetapkan kebijakan dalam hal penyaluran komoditas daerah melalui transportasi laut melalui prasarana pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai pintu gerbang proses bongkar muat barang komoditas daerah, rupanya selaras dengan Janji Jokowi. Waktu itu pada saat tahun 2014 kampanye pemilu, Pak Jowoki ingin menambah alokasi dana infrastuktur serta menurunkan biaya logistik hingga 20%. Infrastruktur tepat dapat mendukung transportasi, komunikasi, dan ketahanan energi dan pangan memang menjadi titik lemah yang membuat kegiatan produktif di Tanah Air terhambat. Biaya produksi menjadi mahal sehingga barang yang dihasilkan tidak berdaya asing di pasar. Buruknya infrastruktur juga membuat investor asing enggan mengembangkan usahanya di Indonesia (dari deddyhuang.com). Langkah ini juga tepat dengan Nawacita yang dicetuskan oleh Pak Jokowi pada saat pencalonan presiden. Nawacita  memiliki arti sembilan agenda pokok yang akan dilakukan oleh pasangan Jokowi – JK saat pencalonan untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti, yakni berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
janji jokowi
Sumber: katadata.co.id
Merdeka di Era Digital
Tahukah kamu, menurut riset We Are Social dan Hootsuite 2017, pengguna internet di Indonesia tumbuh 51 persen dalam kurun waktu satu tahun? Angka ini merupakan yang terbesar di dunia, bahkan jauh melebihi pertumbuhan rata-rata global yang hanya 10 persen. Kondisi ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan majunya teknologi.
Teknologi digital memang semakin lekat dengan aktivitas masyarakat, hal tersebut menjadikan daerah-daerah di Indonesia sebagai pasar potensial bagi sektor ekonomi digital. Hal ini tampaknya sejalan dengan revolusi industri yang terus mengalami perubahan. Revolusi industri ke empat melalui digitalisasi di berbagai bidang akan menghubungkan jutaan manusia melalui sistem virtual dan web. Selalu berdampingan dengan perpaduan antara digitalisasi dan generasi milenial, revolusi industri pada akhirnya memunculkan industri kreatif. Industri kreatif sering disebut sebagai ekonomi kreatif yang termasuk dalam ciri-ciri revolusi indusri ke empat tentang teknologi yang berdaptasi dengan masyarakat dan internet.

Kita sebagai masyarakat cerdas, pasti sudah menyadari kalau saat ini sedang memasuki masa kemerdekaan di era digital yang secara tajam meningkatkan layanan, efisiensi dan produktivitas. Ekonomi digital dipercaya akan mampu menjawab tantangan pembangunan perekonomian dalam negeri yang belum stabil. Bentuk ekonomi ini hadir dengan inklusif dan memberikan banyak peluang di era ekonomi sebelumnya, seperti era masyarakat pertanian dan era mesin pasca revolusi industri. 

Wujudkan Sistem Terintegrasi Bagi Masa Depan Palopo
Melihat gencarnya pembangunan infrastruktur melalui teknologi, keberhasilan pembangunan Kota Palopo yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan bentuk kemerdekaan di era digital yang saat ini dirasakan, sepertinya bisa dijadikan perpaduan yang pas untuk melakukan inovasi. Mewujudkan Palopo menjadi Kota Terkemuka di Indonesia dengan memanfatkan potensi unggulan perniagaan dan logistik, sehingga bisa ikut berkontribusi bagi perekonomian nasional dapat dilakukan melalui solusi cerdas “Sistem Terintegrasi.Hal ini dimaksudkan sebagai sarana yang efektif dan efisien serta penting dalam menunjang keberhasilan dan kelancaran pembangunan bidang transportasi maupun dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dan perkembangan wilayah di Kota Palopo.

Sistem Terintegrasi dilakukan agar semua terkoneksi. Lantas apa saja yang harus terhubung?

1.  Inaportnet
Transportasi berperan penting dalam distribusi barang dan jasa. Tentu untuk strategi yang sukses  memerlukan pengelolaan transportasi yang tepat. Pemerintah Kota Palopo menetapkan kebijakan dalam hal penyaluran komoditas unggulan (Rumput Laut dan Perikanan) melalui transportasi laut yaitu prasarana pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai pintu gerbang proses bongkar muat barang. Namun hingga tahun 2015 kebijakan yang diterapkan tidak berjalan sesuai dengan harapan karena terdapat berbagai permasalahan, seperti pengiriman komoditas unggulan tidak mengalami peningkatan, kapasitas terminal peti kemas di pelabuhan tidak memadai dan transportasi darat masih menjadi pilihan utama bagi para pengusaha dalam hal lalu lintas barang.
Inaportnet memberikan banyak manfaat
Guna menjamin transparansi pelayanan kapal dan barang, Kementerian Perhubungan membangun sistem layanan berbasis internet bernama Inaportnet. Sistem tersebut akan mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhan yang standar dalam melayani kapal dan barang baik untuk kegiatan kapal ekspor impor maupun domestik yang melibatkan sistem-sistem layanan di berbagai pusat sehingga akan memperlancar pelayanan sandar kapal dan bongkar muat di pelabuhan. Pelayanan di pelabuhan menjadi lebih cepat, seperti mempercepat proses lapor kedatangan/keberangkatan kapal dari 1 hari menjadi 10 menit, kemudian dalam pengurusan hanya membutuhkan akses internet dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk operasional pengurusan pelayanan kapal

Sistem Inaportnet akan memberikan manfaat untuk menjamin transparansi pelayanan kapal dan barang di pelabuhan, menjamin rasa keadilan pelayanan (first come first served), mempercepat penyelesaian pelayanan kapal dan barang, meminimalisasi biaya yang diperlukan dalam penanganan pelayanan kapal dan barang, meningkatkan validitas dan akurasi data yang terkait dengan kegiatan pelayanan kapal dan barang, dan meningkatkan daya saing nasional dan mendorong masuknya investasi. Hal tersebut tentu akan menjadikan transportasi laut sebagai pilihan utama bagi para pengusaha dalam pengangkutan barang.
2.  Data Center Terintegrasi
Masih terkait dengan bidang logistik, inovasi berikutnya yaitu Data Center Terintegrasi. Mengadopsi dari IRODCO Bandung yang diinisiasi oleh Pusjatan Kementerian PUPR, inovasi Data Center Terintegrasi menjadi sebuah konsep sistem penyimpanan basis data di laut yang terintegrasi dalam sebuah pusat penyimpanan (Data Center) melalui teknologi database dan Transport Monitoring System. Data lalu lintas kapal yang melewati sepanjang Teluk Bone nantinya dapat disimpan, diolah dan dikelola untuk dijadikan informasi dengan nilai tambah di dalamnya.

Dengan menyediakan data yang terintegrasi, terkini, dan akurat dapat bermanfaat untuk membantu proses pengambilan keputusan yang tepat. Namun tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah pengelolaannya. Menyiapkan sumber daya manusia yang andal juga perlu dilakukan sehingga pengelolaan Data Center Terintegrasi dapat aplikatif. Data Center Terintegrasi merupakan bagian dari E-Government yang membuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah semakin meningkat sehingga dapat berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan data terintegrasi, setidaknya beberapa simpul benang kusut pengelolaan lalu lintas kapal di Indonesia akan dapat terurai


Palopo Untuk Indonesia Lewat Infrastruktur Prioritas
Dengan sistem ini, tentu akan mendukung untuk mewujudkan Palopo sebagai Kota Niaga pada tahun 2018, dimana Kota palopo menjadi sentra distribusi barang dan logistik untuk wilayah regional Sulawesi, dan aktivitas perniagaan berlangsung nyaman dan aman karena didukung oleh infrastruktur perniagaan yang tertata dan memenuhi standar.

Bercermin dengan data statistik mengenai rancangan APBN 2018 perihal 10 Perintah Jokowi yang meliputi infrastruktur prioritas, pendidikan & kesehatan, belanja barang, subsidi tepat sasaran, pengentasan kemiskinan, belanja pertanian, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana desa dan kawal nawacita. Beberapa poin yang dapat disorot bagi pembangunan infrastruktur prioritas di Palopo untuk Indonesia. Sepuluh perintah Jokowi semacam titah sakti yang memang sangat baik. Dari sisi ekonomi diperlukan akses sebesar-besarnya untuk hubungan transportasi perdagangan dan pemasaran hasil pertanian dan perkebunan serta perikanan sehingga masyarakat lokal dapat menjual hasil panen keluar. 
alokasi-dana-apbn-2018
Sumber: katadata.co.id
Kota Palopo memang hanya sebuah kota kecil yang belum digital seperti Bandung atau smart city lainnya, namun ia merupakan bagian dari Indonesia yang dapat menunjukkan banyak perubahan. Bandung memang terkenal dengan branding smart city, namun Palopo tak mesti menjadi Bandung yang lain demi dilirik berbagai pihak. Ia cukup jadi diri sendiri, menjadi Kota Tujuh Dimensi dengan giat mengeksplor lebih potensi yang dimiliki demi pembangunan yang berarti.



Sumber pendukung:
RPJMD Kota Palopo 2013 - 2018
http://www.palopokota.go.id
https://news.detik.com
http://energynusantaranews.com
https://infokomputer.grid.id
http://www.beritasatu.com
http://beritatrans.com
http://puspiptek.ristekdikti.go.id
https://deddyhuang.com 

1 komentar:

  1. semoga tulisannya membuka mata para pengadu domba.. agak lelah saya melihat pertikaian politik antara dua kubu.. masalahnya selalu saja ada kaitannya dengan agama.. hmmm

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.