Kamis, 02 Agustus 2018

Baru saja tidak menenggak ekspektasi


Hidup tanpa ekspektasi = lapang
Sebuah kabar dari grup angkatan sejak pukul 20.00 tadi mungkin bikin panik paling tidak sebagian besar isi grup. Tapi anehnya, saya biasa saja. Tidak salah jika banyak yang khawatir bakal batal wisuda di periode Oktober nanti. Tidak salah jika calon wisudawan yang sudah punya target sidang akhir dalam waktu dekat, protes dengan kebijakan baru –yang entah isu atau fakta-

Untuk kali pertama, saya lega, karena baru saja tidak menenggak ekspektasi.
Ternyata begini rasanya tidak perlu kecewa atas hal-hal yang terjadi tidak seperti perkiraan kita. Begitu ringannya karena tidak harus menambah prasangka.
Pelan-pelan saya belajar, jika target tidak berjalan sesuai rencana, maka ada hal yang diam-diam sedang Tuhan rencanakan. Jika yang saya pikir akan terjadi besok atau lusa tapi ternyata terjadi bulan depan, bisa jadi agar saya bersabar lebih banyak, bersyukur lebih sering. Jika nanti tidak jadi wisuda tahun ini, bisa saja karena ada hal yang menunggu untuk saya kerjakan. Setidaknya saya sudah menerima.

Untuk kita yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi, ya sudah jalani saja.
Selama diselipkan sebuah upaya dan mengusahakannya, maka setiap orang punya waktunya masing-masing.
Kalau ada waktu untuk mengejar, maka ada waktu untuk berhenti. Kalau ada waktu mencari, maka ada waktu untuk menemukan. Kalau ada waktu untuk mengerjakan skripsi, berarti ada waktu untuk jadi sarjana, kan?




Salam,
Dari yang sedang mengerjakan skripsi,
OS

4 komentar:

  1. Tetap semangat, kak Onix 👌
    Benar kata kak Onix, jika suatu rencana atau harapan tidak berjalan semestinya seperti yang kita harapkan, itu pertanda Tuhan punya rencana yang indah dibalik semua itu.

    Kudoakan skripsi yang kak Onix susun, dikerjakan dengan maksimal berkat campur tangan Tuhan.

    BalasHapus
  2. Bener juga ya mba, bukan kah rasa kecewa datang dari ekspetasi yang tak sesuai kenyataan? Gimana kalau kita tidak harus berekspetasi macam-macam? Tentu kekecewaan bisa diminimalisir. Noted (:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata orang syarat bahagia itu kecilkan ekspektasi. And i do that, mba hehe

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.