Rabu, 27 Juni 2018

Kapan saya menulis?

Jika ada hal yang hanya bisa saya lakukan sendiri, 
maka menulis yang bisa menemani segala

Pernah, suara orang-orang terlalu riuh untuk saya dengarkan, namun tidak satupun mau mendengarkan. Pernah juga, apa kata saya berbeda dari kebanyakan orang, lalu menuntut keadaan untuk menjadi sama, maka yang bisa saya lakukan adalah menulis.

Pernah, ada duka tentang sebuah kehilangan, namun terima kasih belum sempat diucapkan, dan saya hanya bisa menulis.

Pernah, saya berada pada sesuatu yang paling jauh jaraknya. Saat ada ketakutan tidak beralasan yang pelan-pelan berubah menjadi keraguan pada Tuhan, namun sulit untuk diceritakan, maka saya menulis.

Jika gelisah mendiami pikiran tanpa memberi bebas sedikit saja, atau ada kecewa yang sudah dihapus namun masih menyisakan, saya hanya bisa menulis.

Jika ada lelah dan kerja keras yang kata orang terlalu biasa,
Jika mimpi dan cita-cita dirasa konyol untuk didengarkan,

Atau jika ekspektasi dengan sengaja mematikan harapan, maka yang benar-benar bisa mengobatinya adalah menulis. 

Jika sebuah pulang masih menjadi ingin, saya pun menulis.

Dan, kalau ingin cepat lulus, saya juga harus menulis hmm skripsi. 

Menulis bagi saya adalah perihal membebaskan dan memulihkan. Menulis bukan sekedar menceritakan apa yang tidak ingin orang lain dengarkan, tapi menulis adalah cara untuk berdamai dengan diri sendiri. Di saat keadaan belum bisa menerima, menulis justru memberi lega, sebuah bentuk ekspresi yang mengatakan kalau semuanya baik-baik saja.
Tidak melulu hanya soal negosiasi, menulis membuat saya ingin mencari tahu banyak hal. Menelusuri ini-itu tanpa harus diatur orang lain, juga menemukan sesuatu yang baru tanpa perlu melakukan perjalanan.

Karena kata Helvy Tiana Rosa, menulis adalah perjuangan yang paling sunyi, sebab kau benar-benar sendiri dan bergumul dengan segala

Itu adalah saat-saat saya ingin menulis, kalau kamu? 


8 komentar:

  1. Ihh samaan mbak, saya juga suka nulis. Nulis aib sendiri sih lebih tepatnya, hahaha

    BalasHapus
  2. Menulis bagi saya adalah cara untuk bersuara lebih keras daripada berbicara

    BalasHapus
  3. kalau saya menulis lagi suasana hati lagi mood he he

    BalasHapus
  4. Saat ada rasa, resah dan, bahagia, di situlah saya akan menulis. Kapanpun dan di mana pun :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.