Minggu, 22 April 2018

Untuk apa membatasi diri, ada banyak hidden paradise yang bisa dijelajahi


“Dunia tidak hanya sebatas halaman rumah, jalanan macet, sepetak kubikel kantor yang sempit. Dunia juga kaya rasa, jauh lebih bercitarasa jika dibandingkan dengan sekotak nasi sayur bekal makan siang. Ada banyak cara untuk menjelajahinya selagi masih bisa.” – Fahmi Anhar

1. Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang
Sejak merantau karena menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi, saya sering diajak oleh seorang sahabat untuk #BeraniTravelling, menjelajahi keseruan dan tempat-tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya. Bagi saya, perjalanan bukan diukur dengan jarak. Karena sejauh apapun jaraknya, tidak akan berarti jika tidak bisa memaknai. Bersama Lillah, kami sering kali menemukan Hidden Paradise tanpa sengaja. Berbekal nekat dan rasa ingin tahu, ini adalah kali pertama saya mengeksplor tanjakan tinggi berupa bukit di Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang yang hanya ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dari Kota Semarang. Berawal dari ‘menebak’ rute jalan, kesasar menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Namun karenanya, kami jadi bisa menikmati Rawapening dari kejauhan dengan sudut pandang baru.

Alam mengajarkan saya untuk mengikis ambisi. Kami menapaki satu-dua gundukan tanah menuju ke atas bukit. Keraguan sesekali muncul karena hanya ada saya dan Lillah saat itu. Saya bisa merasakan kedamaian yang tidak ada dalam setumpuk tugas, sederet deadline, dan sepanjang koridor kost-kampus. Tidak pernah ada. Mencermati suara mata air jatuh ke pijakan, mendengarkan kicau burung hingga tuntas, menikmati aroma matahari, atau berteduh di bawah pohon rindang adalah cara kami belajar berteman dengan alam.
View di atas bukit
Rawapening dari dekat

2. Curug Benowo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
Begitu juga yang saya dapatkan saat perjalanan di Curug Benowo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kadang sebuah perjalanan tidak perlu itinerary, entah kemana tujuannya dan bagaimana bisa sampai di sana. Tidak peduli seberapa meragukannya trek menuju curug karena ada jurang di sisi kiri yang bisa bikin siapa saja ingin kembali, yang saya ingat kata Kadek Arini “Travelling bukan hanya untuk menempuh destinasi, tapi juga melihat lebih dalam untuk memahami sesuatu dan melakukannya lebih baik.”
Perjalanan bukan tentang seberapa banyak tujuan yang sudah kau tempuh dalam listmu, tapi bagaimana kita bisa menikmatinya tanpa harus mengubah makna, tanpa abai dengan hal-hal sepele.

Perjalanan adalah tentang menemukan hal baru yang kemudian menghinggapi pikiran kita. Nyatanya, lewat perjalanan ada bahagia tersirat dalam dada. Karena yang saya tahu bahagia bukan dicari, namun diciptakan. Di bawah percikan air terjun yang dingin, melepas bebas akan penat dan lelah jadi bisa semudah ini. Seperti surga yang tersembunyi, kami seakan bisa menemukan kedamaian yang hakiki.

3. Bukit Gancik, Selo, Boyolali
#BeraniTravelling adalah tentang menemukan diri sendiri. Untuk kesekian kali, saya bersama Lillah tidak berhenti memilih keluar dari zona nyaman. Istilah ‘road trip’ kami gunakan setiap kali berpergian jauh menggunakan motor. Perjalanan berikutnya dengan waktu tempuh 2 jam dari Semarang, kami tiba di Bukit Gancik, Selo, Boyolali. Jalurnya yang terjal tidak menutup langkah kami untuk menuju ke atas gardu pandang.
Berada di ketinggian, persis di kawasan lereng Gunung Merapi, saya bisa melihat rumah penduduk lokal, terasering, dan keramahan khas alam dalam satu lansekap. Jauh dari hiruk pikuk kota, perdebatan sepele, dan ketergantungan dengan smartphone atau media sosial masa kini adalah pilihan yang tidak bisa ditawar. Dari sekian banyak kesempatan untuk bisa tidur di atas kasur kosan yang nyaman, saya memilih untuk berada di sana. Ke hadapan kami berdua, terima kasih Selo karena telah membuat saya ingin ke sana lagi.
View dari atas Bukit Gancik
Bukan hidden paradise saja yang akan kau temukan, tapi juga bagian dari diri sendiri yang selama ini tidak kau ketahui.
Salam hangat,
Dari yang baru menjajaki perjalanan, dan kemudian jatuh hati.


OS
-Semarang-

7 komentar:

  1. Menurutku perjalanan adalah cara mengenali diri juga, bagaimana cara kita memandang hidup, bagaimana kita mengatasi masalah, seperti apa kita berkomunikasi dengan orang-orang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. SO TRUEE! Apalagi kita makin belajar untuk mengenal perspektif baru dan menghargai orang lain:)

      Hapus
  2. Asiik .. kegiatan travelling mengeksplore lokasi wisata yang belum banyak dikenal orang, sangat berkesan.

    Sesekali aku juga begitu,kak ...
    Pergi ke lokasi travelling tanpa direncanakan lebih dulu, eh tau2 dapet info lokasi menarik buat dikunjungi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semacam seni dari getting lost, kan? XD
      Emang kadang unplanned is better than planned ones yah

      Hapus
    2. Right,kak Onixtin.

      Muncul ada perasaan senang banget nemu suatu lokasi wisata yang masih bener2 gress dan belum banyak dikenal orang.

      Kayak nemuin harta karun 😁

      Hapus
    3. Salah satu cara mensyukuri nikmat Allah, menjaga dan menikmati indahnya alam

      Hapus
  3. Hidden paradise, seperti leo menemukan the beach...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.