Jumat, 30 Maret 2018

Sehat-sehat Selalu ya Bu

Bapake dan Mams
Aku punya mimpi bukan untuk menjadi orang besar atau mengatasnamakan diri pada kebahagiaan yang ironi, melainkan cita-cita yang tinggi. Dulu aku mengawalinya karena keinginan sendiri tanpa ada yang mengikat. Bapak ibu selalu mengiyakan apa yang hendak aku capai, atau apa yang akan aku pilih.

Tapi kini, ketakutan bahwa ego pada cita-cita yang ingin didahulukan semakin besar. Aku mulai menyadari, Ibu sudah begitu tua menjalani rutinitas yang melelahkan. Setiap hari bekerja keras, sementara aku masih sibuk bermimpi, membiarkan pikiran-pikiran Ibu membebani.

Kalau akhirnya ibu terpaksa mengikat kakinya pada keluarga ini, tanpa bisa melakoni cara-cara bahagia yang dia suka, itu artinya aku gagal menjadi anak perempuan pertama baginya. Aku gagal sebagai putri yang selalu ia andalkan untuk bisa menghapus letih atau sekedar mendengar khawatirnya.

Jika dulu aku ingin berbuat sesuka hati, bermimpi bebas tanpa memikirkan orang lain, maka kini aku hanya bisa berdoa.
“Sehat-sehat selalu ya, bu. Aku ingin membawamu ke banyak tempat baru. Mengenalkan arti perjalanan dan sejenak bisa melupakan kekhawatiran”



Regards,
OS

2 komentar:

  1. Benar, ada perasaan sedih lihat fisik mama kita semakin tua.

    Kita semua mendoakan agar orangtua selalu diberi kesehatan dan kita bisa membahagiakan mereka.

    BalasHapus
  2. Semoga kita menjadi Anak yang berbakti pada Orang Tua, sebab tanpa mereka kita tidak bisa seperti ini. AMIN

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.