Jumat, 09 Maret 2018

Sebuah Mimpi Anak Nelayan di Kampung Tambak Lorok

via nationalgeographic.com
Kehidupan Nelayan
“Buku adalah jendela dunia, kita harus rajin membaca buku,”
“Buku adalah jendela dunia”
“Buku adalah...”

Suara lantang itu terdengar jelas dari kejauhan, kemudian lambat laun kalimat terakhir tidak diselesaikan. Belum selesai menanyakan kehidupan nelayan pada seorang bapak di dekat pelabuhan, suara itu menarik perhatian. Lantas saya menoleh ke arah sumber suara, ternyata sudah ada seorang bocah laki-laki kira-kira 10 tahun berada diantara teman-teman kelompok tugas saya. Tadinya sedang melakukan survei Kampung Bahari Tambak Lorok untuk tugas kuliah, saya berhenti sejenak, lalu menghampiri.  
Ridwan namanya. Entah sudah berapa kali ia memberi tahu setiap orang yang datang “Mbak, buku itu jendela dunia” atau “Kita harus rajin membaca buku, Mas”. Pemikiran yang tampaknya sudah lama tertanam bagi Ridwan, mampu menyihir orang-orang didekatnya untuk terus mendengarkan.

Anak kecil yang berani mengingatkan orang lebih tua darinya tentu punya mimpi yang besar, pikir saya.
“Cita-citamu jadi apa dek?” tanya saya penasaran.
“Cita-cita saya jadi guru, Mbak. Guru IPS,” jawabnya percaya diri.
DHEG! Saya tertegun.
Sebelumnya terlintas di benak saya profesi yang dicita-citakan Ridwan semacam pilot, dokter, dan polisi yang lumrah menjadi mimpi seorang anak kecil. Masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 5, ia punya semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Katanya, kalau jadi guru, ia bisa bantu anak-anak di kampungnya bersekolah.
Bocah nelayan ingin jadi guru
Ridwan adalah bocah cilik yang suka mengamati, entah itu apa yang dia lihat, dengar, atau rasakan. Kecintaannya membaca buku membuat Ridwan memahami banyak hal. Meski anak seorang nelayan, ia bercerita pernah membeli tanaman Piahong untuk mengatasi penyakit akibat merokok. Benar saja, tanaman ini dapat dijadikan obat untuk penyakit paru-paru. Entah siapa perokok yang ada di rumahnya, tapi tindakan Ridwan menunjukkan bahwa ia peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Ia juga menyukai hal-hal baru dan menarik, rumah baca apung di Tambak Lorok menjadi tempat yang kerap ia kunjungi. Baginya, keberhasilan bisa diraih dengan usaha, kita bisa mengetahui apa saja jika rajin membaca.  
Rumah baca di Kampung Tambak Lorok
Dok.pribadi
Kampung Tambak Lorok yang menjadi lokasi studi tugas kami merupakan salah satu kampung bahari dengan kondisi permukiman kumuh yang ada di Kota Semarang. Daerah ini biasanya disebut sebagai kampung nelayan karena masyarakat masih mempertahankan tradisi mata pencaharian yang sedari dulu ditekuni sebagai nelayan. Air di sekitar dermaga berwarna hijau keruh tercampur dengan limbah bahan bakar yang terbuang, sampah-sampah yang mengapung, bangkai-bangkai ikan yang berserakan dan puluhan kapal-kapal yang tak tertata rapi merupakan kondisi laut di Kampung Tambak Lorok. Kurangnya kesadaran terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat yang masih kurang menyebabkan banyak ditemukannya berbagai macam penyakit seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan), penyakit kulit, dan diare. 

Tambak Lorok yang berada di tepi pantai mengakibatkan rob dan banjir sering melanda di daerah tersebut. Seorang ibu yang saya pernah tanyakan menceritakan kalau mereka lebih baik tetap tinggal, daripada pindah ke tempat lain yang harga rumahnya melejit. Belum lagi jika harus mencari pekerjaan baru. Setiap tahun banjir rob selalu datang dan sudah lama mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga mereka sering meninggikan jalan dan pondasi rumah.

Lingkungan permukiman di Kampung Tambak Lorok
Dok.pribadi
Rumah penduduk di kampung ini masih banyak yang bersebelahan langsung dengan laut. Suara debur ombak dan bau amis dari laut tentu sudah melekat dalam kehidupan mereka. Hidup di lingkungan seperti itu menjadi sebuah keharusan yang dihadapi. Begitu juga Ridwan. Mimpinya menjadi guru membuat saya mengerti, bahwa ia tau seberapa penting pendidikan dalam kehidupan.
Kondisi kumuh di lingkungan rumah Ridwan membuat saya tidak berani berkomentar tentang cita-citanya. Ridwan yang hidup sebagai anak nelayan punya tanggung jawab yang lebih besar dari anak seusianya. Sehari-hari ia membantu sang ibu menjaga warung dan menemani adik yang masih balita. Pernah terbersit dalam hati, mengapa anak sekecil ini tidak bercita-cita menjadi pengusaha saja, menghasilkan uang lalu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Mengapa harus repot-repot menjadi guru. Ternyata pikiran saya keliru. Pendidikan bagi lingkungan di permukiman kumuh itu penting, tentang bagaimana masyarakat mengetahui rumah layak huni dan rumah sehat. Atau tentang bagaimana masyarakat memahami kalau pendidikan adalah hal penting bagi kehidupan yang sejahtera. Betapa tidak, antara kamar dan ruang keluarga di rumah pun tidak ada sekat. Selain itu, dapur rumah masih menyatu dengan MCK (Mandi Cuci Kakus). Keadaan ini diperparah karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki MCK yang layak, bahkan diantaranya ada yang memanfaatkan tambak di belakang rumah.

Kampung Tambak Lorok Semarang via mediatataruang.com 
Anak-anak Tambak Lorok
Kehidupan Nelayan Tambak Lorok
Nelayan Tambak Lorok menangkap ikan dengan menggunakan perahu dan harus menempuh puluhan kilometer dari bibir pantai atau tempat mereka meletakkan jangkar perahu. Kegiatan ini dimulai dari pukul 5 sore sampai pagi hari. Sekitar pukul 5 pagi mereka pulang kemudian menuju pangkalan kapal (12 jam aktivitas berburu). Lain halnya jika berangkat di pagi hari, maka sore menjelang malam mereka sampai di pangkalan kapal dengan membawa hasil tangkapan.
Pangkalan kapal di Tambak Lorok
Dok.pribadi
Masyarakat memanfaatkan bantaran sungai yang menghadap ke laut sebagai peletakan jangkar perahu-perahu sebagai dermaga. Tempat dermaga perahu nelayan pun berdekatan langsung dengan tempat pelelangan ikan yang mereka gunakan sebagai pasar ikan. Hasil tangkapan biasanya hanya dijual di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sekaligus pasar ikan sebagai tempat transaksi jual beli pertama. Pedagang di pasar ikan mayoritas adalah kaum ibu-ibu. Adanya interaksi sosial antar nelayan Tambak Lorok dan pedagang terlihat akrab tanpa adanya persaingan.
Kondisi pasar di Tambak Lorok
Dok.pribadi
Kondisi sosial-ekonomi masyarakat Tambak Lorok tergolong menengah ke bawah. Penghasilan sebagai nelayan tidak seberapa besar, apalagi pada waktu tertentu saat cuaca buruk, nelayan tidak bisa melaut. Belum lagi harga bahan bakar solar yang digunakan para nelayan menyebabkan penghasilan mereka cenderung jauh dari keuntungan. Kondisi ekonomi menjadi pengaruh terhadap pendidikan dan kesehatan. Tingkat pendidikan masyarakat Tambak Lorok sebagian besar merupakan lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Hanya sebagian kecil yang menempuh pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.
Anak-anak Nelayan Tambak Lorok
Pentingnya Pendidikan Bagi Anak-anak
Daerah kumuh adalah suatu kawasan yang dijadikan sebagai tempat tinggal dengan kondisi bangunan tidak layak huni. Biasanya, daerah ini termasuk permukiman padat dan identik dengan kemiskinan. Lingkungan pemukiman kumuh berdasarkan lokasi dapat digolongkan menjadi lingkungan kumuh nelayan, lingkungan kumuh pusat kota, lingkungan kumuh daerah tepian sungai dan danau, dan lain-lain.
Pendidikan bagi masyarakat di lingkungan kumuh menjadi salah satu faktor penentu keberlangsungan kehidupan anak-anak selanjutnya. Ada berbagai alasan mengapa pendidikan itu menjadi kebutuhan saat ini.
1.  Membangun karakter
Pendidikan memberikan kontribusi yang layak untuk hidup kita, untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab. Kita mengenal sejarah dan budaya melalui pendidikan dan kemudian menyerap nilai-nilai tersebut. Pendidikan membuka pikiran dan memperluas pandangan kita terhadap permasalahan. Bukan hanya itu, pendidikan juga dapat mempengaruhi sisi perilaku. Hakikat pendidikan adalah membangun karakter yang baik.

2.  Jaminan masa depan
Kita dapat memastikan bahwa orang yang menerima pendidikan yang baik akan mendapatkan jaminan masa depan yang aman. Produktivitas kita meningkat dengan memperoleh keterampilan baru dan bakat melalui pendidikan.

3.  Wawasan yang luas
Pentingnya pendidikan terletak pada kemampuannya untuk membuka pandangan dan wawasan baru. Hal ini akan memperluas pengetahuan dan mengajarkan kita untuk toleran terhadap pandangan lain. Orang yang berpendidikan akan lebih mudah untuk memahami sudut pandang yang berbeda dari orang yang tidak berpendidikan. Pendidikan memperluas mental kita dan cara pandang ke depan untuk mencapai pencerahan yang lebih besar, tujuan akhir dari setiap manusia dalam kehidupan.

4.  Menciptakan kesadaran
Pendidikan dapat menciptakan kesadaran, memberitahu kita tentang hak-hak dan layanan yang bisa kita akses. Hal itu juga mengajarkan kita untuk dapat membedakan antara benar dan salah. Mungkin kita pernah goyah dalam kondisi benar dan salah, akan tetapi pendidikan yang benar memberi kita jawaban yang tepat. 

Jadi, pendidikan merupakan hal penting bagi anak-anak, karena dapat meningkatkan kesadaran. Entah itu tentang kondisi ekonomi, sosial, moral, kesehatan, dan aspek penting lainnya.

#EduCenter, Pelopor Gedung Pendidikan Pertama di Indonesia
Saat ini pendidikan menjadi kebutuhan utama bagi anak-anak nelayan di Kampung Tambak Lorok, karena pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Hal ini juga menjadi dasar bagi EduCenter, sebuah lembaga pendidikan yang menjadi solusi dari masalah pendidikan anak di masa kini.

Sebagai pelopor gedung pendidikan pertama di Indonesia, EduCenter dibangun untuk memberi solusi bagi keluarga untuk mengefisienkan waktu dan juga memaksimalkan waktu anak-anak bersama anggota keluarga. Dengan slogannya "one stop education of excellence", lembaga pendidikan yang satu ini telah banyak memiliki tempat kursus dan juga pre school (20 tempat kursus dan 1 pre school), yaitu murid-murid tidak hanya diajarkan tentang pelajaran di sekolah namun juga diajarkan bagaimana mengembangkan kecerdasan, kreativitas, dan juga keaktifan.

Konsep EduCenter sebagai pusat edukasi pertama dan terbesar di Indonesia memiliki lebih dari 20 institusi pendidikan ternama seperti Apple Tree Pre-School, UniSadhuGuna, Farabi Music School, Young Chefs’ Academy, CMA Mental Arithmetic, Shane Learning Centre, Calculus, Flamingo Studio, Wow Art Studio, Far East Education. Di EduCenter calon murid bisa memilih kelas-kelas apa yang ingin diikuti. Dari kelas-kelas itulah murid-murid dilatih untuk mengembangkan keterampilan dan kreatifitasnya sesuai minat, bakat, dan kemampuan yang ada pada dirinya. 
One Stop Education of Excellence Under One Roof!
Berbagai macam kelas di educenter.id
Mall edukasi ini memiliki lokasi yang strategis, dikelilingi 31 institusi pendidikan dan 4 cluster perumahan elit di BSD. Tidak hanya fasilitas untuk pendidikan saja, #EduCenter menawarkan berbagai jenis fasilitas seperti restoran, food court, taman bermain anak, minimarket serta ATM Center.  Dengan konsep yang revolusioner dan terintegrasi, EduCenter memberikan nuansa yang menyenangkan bagi para generasi muda untuk menikmati pengalaman belajar yang nyaman. Pelajar yang memiliki 2 atau lebih kursus, tidak lagi perlu pindah dari satu kursus ke kursus lainnya dalam waktu yang lama.

Lokasi Edu Center sangat strategis karena persis berseberangan dengan sekolah Jakarta Nanyang School dan juga dikelilingi oleh lebih dari 30 sekolah dan universitas ternama dalam radius 7 km. 
Alamat Edu Center:
Kavling Commercial International School Lot 2 no 8, Jl. Sekolah Foresta,
BSD City, Tangerang 40115,
Banten, Indonesia

Anak-anak di pesisir mungkin tidak banyak yang tahu profesi lain selain nelayan di lingkungan rumah mereka. Entah itu TNI Angkatan Laut, arsitek, jurnalis, koki, balet, ilmuan, seniman, bahkan menteri kelautan. Tapi di lain tempat, ada Edu Center yang memiliki berbagai macam kelas agar dapat mengenalkan beragam profesi pada anak-anak.

Apapun cita-citanya, tentu kita semua butuh semangat yang tinggi untuk meraihnya.
Juga bagi Ridwan, seorang anak nelayan di Kampung Tambak Lorok yang memiliki sebuah mimpi menjadi guru.

Terima kasih Ridwan, semoga bisa terus menginspirasi.
Ridwan dan cita-citanya

#educenter

Thanks to:
Asa Edu Project for some information to support the writing of this article 
- Tim survei kelompok studio
Tim survei kelompok studio semester 6




Data dalam artikel di atas didukung oleh: 

Artikel: Melirik Kampung Bahari Tambak Lorok Semarang, diakses pada  Maret 2018 di http://mediatataruang.com/melirik-kampung-bahari-tambak-lorok-semarang/

https://www.educenter.id/

8 komentar:

  1. Ternyata di Semarang masih ada juga daerah yg masih terbelakang ya.... Semoga dgn adanya Edu Center cita2nya dapat tercapai....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Faktanya permukiman kumuh di Semarang masih banyak, infrastruktur juga masih ada yg perlu diperbaiki

      Terima kasih kunjungannya, mas :)

      Hapus
    2. Inilah tugas kita para pemuda penerus bangsa untuk memperbaiki infrastruktur menjadi lebih baik lagi. Semangaaat!

      Hapus
    3. Bisa dengan berkarya. Nulis ide lewat artikel misalnya. Ya nggak mas? Semangat!

      Hapus
  2. Semoga kelak fasilitas pendidikan merata di seluruh indonesia khusunya daerah daerah kecil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bukan hanya fasilitas aja ya, tapi juga akses pendidikan:)

      Hapus
  3. Waaaa... Briefnya alus banget, Mbak. Nggak nyangka akhir tulisannya dibawa ke situ.
    Lanjutkan, lanjutkan! Bikin banyak tulisan feature dong, Mbak. Deskripsimu kuat lho.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini semacam nulis artikel dari hati Mba. Dengan looking around lalu dijadikan bahan ehe
      Thankyouu!

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.