Kamis, 01 Maret 2018

Pada jauh yang semestinya

Image by Aswad
Asalkan pada jauh yang semestinya. Bukan pada sesuatu yang paling jauh jaraknya” -OS

Kau tau apa sesuatu yang paling jauh jaraknya?
Bukan. Bukan tentang ujung perjalanan yang tidak kelihatan.
Atau sebuah masa depan yang tak kunjung kau dapatkan.

Kau tau apa sesuatu yang paling jauh jaraknya?
Ketika kau menundukkan kepala, menutup mata, dan melipat tangan, namun sesak dalam dadamu kau tahan.
Ketika entah berapa kali ibadahmu dalam sehari, namun hatimu sulit untuk tertaut lagi.
Ketika kau ingin bercerita banyak padaNya, namun bukan Ia yang kau andalkan sepenuhnya.

Kau tau apa sesuatu yang paling jauh jaraknya?
Ketika kau ingin menyamarkan belenggu, tapi malah nuranimu yang semakin terganggu.
Ketika kau berusaha keras menghilangkan intimidasi, namun ketakutan tak beralasan justru meragukan intuisi.
Ketika dalam satu waktu, kau takut untuk mengaku, bahwa gelisah dan khawatirmu menjajal pikiran dan menghilangkan percayamu perlahan.

Kau tau apa sesuatu yang paling jauh jaraknya?
Ketika kau berdoa, namun disaat yang sama kau meragukanNya.

Maka, tak apa jika kau hendak pergi entah kemana.
Maka, tak apa jika kau ingin perjalanan musafir yang akan menuntunmu mencari makna.
Tak apa jika kau berniat melanglang buana berhari-hari lamanya.
Asalkan, pada jauh yang semestinya.
Bukan pada sesuatu yang paling jauh jaraknya.



OS,
Pada hari yang hampir jauh


3 komentar:

  1. pengen deh bisa nulis sejenis ini lagi :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yha nulis aja atuh, kalo aku sih karena ada uneg-uneg kemudian tanpa sengaja nemu keyword yg pas di ig: "Pada jauh yang semestinya"
      Dari situ aku tulis dan fokus sama kalimat itu, jadilah demikian. Yg penting hatimu tulus nulisnya, dear! :")

      Hapus
    2. Oiya aku ga mesti bisa nemu langsung kalimat utuh, biasanya random aja gitu. Kadang baca tulisan orang, caption, dsb

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.