Kamis, 25 Januari 2018

Sistem Terintegrasi: Solusi Cerdas Tingkatkan Infrastruktur Logistik di Kota Palopo

 Kondisi Infrastruktur Logistik Nasional
Fakta menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara lain. Salah satu indikatornya adalah besaran Logistics Performance Index (LPI). Beberapa aspek yang dinilai dalam pengukuran kinerja berbasis perdagangan antar negara tersebut adalah kinerja kepebeanan, infrastruktur, pengiriman internasional, kualitas dan kompetensi pekerja logistik, penelusuran pengiriman (tracking and tracing) dan waktu pengiriman. Walaupun secara absolut, kondisi infrastruktur Indonesia mengalami perbaikan yang signifikan tahun 2014. Namun pada tahun yang sama, Indonesia menempati urutan ke 53, di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Mengingat hal tersebut, diperlukan gagasan baru untuk mendukung infrastruktur logistik di Indonesia. Salah satu kota kecil dengan transportasi logistik yang memiliki peluang untuk ditingkatkan yaitu Kota Palopo.
Potensi Unggulan Kota Palopo
Kota Tujuh Dimensi atau dikenal Kota Palopo memiliki luas wilayah yang hampir sama dengan negara tetangga, Malaysia dan masih merupakan pusat kegiatan ekonomi bagi daerah-daerah sekitarnya. Salah satu kota di Provinsi Sulawesi Selatan ini letaknya di ujung berbatasan dengan Kabupaten Luwu di bagian Selatan dan Utara, Kabupaten Tanah Toraja di bagian Barat dan Teluk Bone di bagian Timur. Posisi ini memberikan peluang yang cukup besar dalam pengembangan dan pembangunan wilayah Kota Palopo.   

Saya belum pernah menginjakkan kaki di sana. Katanya, ada aroma khas pegunungan, daerah yang berbukit, hawa pesisir pantai dari teluk yang terbentang, serta pola kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Kawasan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan rakyat, dan budidaya ikan air tawar dapat dijumpai pada masyarakat yang bermukim dipinggiran kota.  Sedangkan aktivitas masyarakat yang bergerak di jasa, perdagangan dan industri dapat dilihat di wilayah perkotaan. Saya yakin kota ini menyimpan keindahan alam yang memesona, sekaligus menjadi ciri keramahan kota. Kota Palopo memiliki 3 perspektif pembangunan wilayah yaitu wilayah pegunungan, wilayah dataran rendah dan wilayah pesisir.
Perspektif Kota Palopo
Infografis by Onix
Mengacu pada Visi Pemerintah Kota Palopo yaitu "Terwujudnya Palopo sebagai Kota Pendidikan, Jasa, Niaga dan Agro Industri yang Berwawasan Agama, Budaya, dan Lingkungan yang Terkemuka di Indonesia", ada 4 hal yang menjadi perhatian khusus di kota ini yaitu Pendidikan, Jasa, Niaga dan Agro Industri.
Produk Unggulan
Komoditas Unggulan di sektor Pertanian adalah tanaman padi, sayur dan buah-buahan dengan luas areal per sektor 3.013 Ha dengan produksi rata-rata terbesarnya adalah Kakao. Belum lagi komoditas perikanan yang didominasi Rumput laut dengan produksi ribuan ton per tahun. 
Perniagaan
Pusat Niaga Palopo (PNP) merupakan pusat perbelanjaan yang potensial bagi masyarakat Palopo saat ini, termasuk pasar tradisional Andi Tadda. Seiring dengan perkembangan Kota Palopo, pengembangan Pasar Modern, Mall dan sejenisnya sangat menjanjikan.
Pelabuhan Tanjung Ringgit
Ketersediaan pelabuhan laut dengan kapasitas bongkar muat 5000 ton dengan akses yang sangat mudah ke jalan lingkar bagian luar maupun kepusat kota. Tempat ini juga berfungsi sebagai sarana rekreasi.
Pelabuhan Tanjung Ringgit
Source: di sini

Di Era Digital, Infrastruktur Kota Palopo Bisa Tingkatkan Daya Saing Nasional
Menurut riset We Are Social dan Hootsuite 2017, pengguna internet di Indonesia tumbuh 51 persen dalam kurun waktu satu tahun. Ini merupakan angka yang cukup besar untuk mendorong masyarakat di Indonesia memanfaatkan digital dalam pembangunan wilayah dan kota. Untuk mewujudkan Palopo menjadi kota yang Terkemuka di Indonesia dengan memanfatkan potensi unggulan, ada solusi cerdas untuk meningkatkan infrastruktur Kota Palopo melalui inovasi digital yaitu “Sistem Terintegrasi".

Transportasi berperan penting dalam distribusi barang dan jasa, sehingga memerlukan pengelolaan transportasi yang tepat. Pemerintah Kota Palopo menetapkan kebijakan dalam hal penyaluran komoditas unggulan (Rumput Laut dan Perikanan) melalui transportasi laut yaitu prasarana pelabuhan Tanjung Ringgit sebagai pintu gerbang proses bongkar muat barang. Namun hingga tahun 2015 kebijakan yang diterapkan tidak berjalan sesuai dengan harapan karena terdapat berbagai permasalahan, seperti pengiriman komoditas unggulan tidak mengalami peningkatan, kapasitas terminal peti kemas di pelabuhan tidak memadai dan transportasi darat masih menjadi pilihan utama bagi para pengusaha dalam hal lalu lintas barang.

Guna menjamin transparansi pelayanan kapal dan barang, Kementerian Perhubungan membangun sistem layanan berbasis internet bernama Inaportnet. Sistem tersebut akan mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhan yang standar dalam melayani kapal dan barang baik untuk kegiatan kapal ekspor impor maupun domestik yang melibatkan sistem-sistem layanan di berbagai pusat sehingga akan memperlancar pelayanan sandar kapal dan bongkar muat di pelabuhan.
Inaportnet memberikan banyak manfaat
Infografis by Onix
Sistem ini akan mendukung untuk mewujudkan Palopo sebagai Kota Niaga pada tahun 2018, dimana Kota palopo menjadi sentra distribusi barang dan logistik untuk wilayah regional Sulawesi, dan aktivitas perniagaan berlangsung nyaman dan aman karena didukung oleh infrastruktur perniagaan yang tertata dan memenuhi standar. Melibatkan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Palopo, masyarakat, dan sektor swasta bersama-sama tentu dapat mewujudkan Palopo menjadi kota yang terkemuka di Indonesia.


Sumber pendukung:
RPJMD Kota Palopo 2013 - 2018
http://www.palopokota.go.id
https://news.detik.com
http://energynusantaranews.com
https://infokomputer.grid.id

1 komentar:

  1. Palopo memang memesona. Kapan ya bisa berkunjung ke sana menengok Taman Binturu yang masih baru....Tfs mbak...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.