Senin, 08 Januari 2018

KKN LIFE: EKSPEKTASI VS REALITA

PAGE 01

KEBUMEN FOR LYFE akan membahas daily life mahasiswa KKN yang disingkat Kuliah-Kerja-Nyaman. Nope, maksudnya Kuliah-Kerja-Nyata. Hahaha.

Bagi yang belum tahu apa itu KKN, ini adalah kegiatan wajib bagi mahasiswa sarjana sebelum menyelesaikan masa perkuliahannya. Terdiri dari 2-3 SKS, setiap universitas biasanya akan menempatkan mahasiswa dalam satu tim untuk terjun ke desa (bukan kelurahan) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat selama kurun waktu tertentu.  
Sederhananya, KKN adalah kegiatan mahasiswa untuk bermasyarakat. 
Tim KKN PWK
“Jaman dulu waktu bapak kuliah, KKN itu bisa sampai 3 bulan,” Bapak antusias dengan ceritanya saat saya menelepon akan mengikuti KKN pekan depan.

Ditempatkan di salah satu desa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, saya bersama 8 orang lain yang baru sekali bertemu akan hidup bersama selama 42 hari terhitung dari 04 Januari 2018.
Canggung? Tentu.
Belum mengenal tindak tanduknya seperti apa, suka tidak suka harus menerima kebiasaan orang baru.
Belum menemukan diri sendiri seperti dalam tim studio Tuntang yang pernah dibahas di sini, mau tidak mau harus menjalaninya sepanjang hari.
Sulit? Jangan ditanya. Bahkan Tembalang yang terasa membosankan menjadi hal yang paling dirindukan. Tembalang terlihat seperti kota mati jika memasuki masa libur semester, karena sebagian besar mahasiswa perantauan di kampus UNDIP akan pulang ke kampung halaman. Saya menyadari satu hal, sejenuh apapun tempat yang kau sebut rumah, ia akan terus membawamu pulang. Dan ya, Tembalang sudah menjadi rumah kedua saya.

Kehidupan KKN yang orang-orang ceritakan tidak selamanya benar, juga tidak selamanya keliru. Sebelum benar-benar mengalami, tidak ada yang pernah tahu apakah rumor tentang KKN itu benar atau tidak.

Ada begitu banyak ekspektasi soal KKN yang membentuk di kepala saya. Terutama tentang keluar dari zona nyaman.
Apakah benar KKN memaksa setiap mahasiswa untuk mengalahkan kekhawatiran yang kadang tak berasalan?

Kini saya percaya diri menjawabnya.
Sebelum terjadi padamu, tidak akan ada yang mengklarifikasi atau membenarkan cerita-cerita beredar yang kita dengar. 
KKN adalah situasi yang mendorongmu untuk melakukan hal baru. Seperti saya, mana ada yang dulunya anak rumahan enggan bertegur sapa dengan tetangga, sekarang malah tiap hari ketemu warga desa? Kemarin saya tidak ragu mengenalkan karakter diri sendiri pada mereka, padahal sebelumnya dikenal terdingin dan sedikit bicara. Saya dulu paling malas membuat guyonan dengan orang yang baru dikenal seminggu, sekarang malah jadi bahan candaan sama 8 orang brutal di KKN! HAHAHA.
Sebelum KKN (Upacara Pelepasan KKN)
Personil akan dikenalkan satu-persatu di hari terakhir KKN 
Muka-muka bahagia
Setelah ACC LRK oleh DPL di Balai Desa
D-7
Kadang hidup sebercanda itu.
Kata Fiersa Besari, hidup ini lelucon besar. Namanya lelucon, ada yang lucu, ada yang garing, ada yang receh, ada juga yang tidak mudah dimengerti. Tidak perlu serius, nikmati saja.

Tidak ada satupun dari kita yang bisa menebaknya: tentang hal-hal yang terjadi di masa depan. Entah bisa menghadapinya atau tidak, itu hanya perkara kita mau melawan kenyamanan dari zona saja. Ada begitu banyak hal baru yang seru untuk kita jelajahi di luar sana. Bukan sebatas kehidupan KKN, tapi juga another greatest adventures. 
Serah terima mahasiswa KKN di Kecamatan Sukorejo Kendal

2 komentar:

  1. Next page(s) sabi qaqaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. AIH! Tulisan ini ada yang baca juga hahaha
      Bakalan dilanjutin kalo program saya sudah kelar yha kakak :P

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.