Kamis, 28 September 2017

Hidup Itu Tau-Tau

"Hidup itu emang tau-tau. Sadar atau tidak, waktu berlalu tanpa tau apa saja yang sudah kita lakukan" -OS

“Eh besok udah HUT Plano aja ya, padahal tahun kemarin pas besoknya HUT Plano juga, aku masih nyusun draft studio,” komentar Erma saat kami tengah membicarakan peringatan ulang tahun jurusan.
“Pada lagi sibuk studio ya angkatan 2015, kita malah nggak pernah ke kampus lagi malem-malem gini,” ujarku menambahkan.
“Ih iya! Tau-tau udah sidang aja nanti,” Nadia menyimpulkan.
Percakapan singkat ini dimulai kala kami bertiga baru saja selesai kelas dan sedang menunggu pesanan makanan datang di salah satu warung makan.

Lain lagi pembicaraan tempo hari saat kami sedang menunggu kelas masuk.
“Inget nggak dulu jaman maba kita mesti muter pas baru datang ke kampus, demi nggak mau lewat selasar.” Salah seorang dari kami mengawali.
“Iya ih, kalo lewat kating mesti nunduk-nunduk, ngapain ya kita sampe gitu dulu?”
“Padahal biasa aja sekarang, gini ya rasanya jadi mahasiswa tingkat 3,”
“Masih merasa muda aku woi hahaha,”
“Gila ya perasaan baru kemaren ikut kader, jadi maba, tau-tau udah jadi semester tua aja, udah mau nyusun TA,”
Oleh 6-7 orang yang pagi itu sedang duduk di bangku panjang selasar kampus membicarakan kilas balik saat pertama kali menjadi mahasiswa.

Atau pembicaraan yang hampir sama ketika tanpa sengaja melihat segerombol kakak tingkat merayakan kelulusan temannya yang baru saja sidang akhir.
“Eh nanti aku sidang kamu kasih aku bunga kek gitu ya, Nix,” ujar Ona sambil melihat ke arah mereka yang sedang bergantian mengabadikan foto.
“Ntar aku lulus duluan pie? Bungamu aku kirim kemana? Hahaha,” jawabku asal.
“Ih gitu ya, Nix. Nanti aku kasih alamat kosanku, wajib lho kamu berkontribusi,” balas Ona tak mau kalah.
“Beneran ya? Oke deal.”
“Nggak kerasa, tau-tau udah mau wisuda aja.” 
Percakapan singkat ini memang terdengar seperti candaan, tapi sangat jelas kalau sebenarnya satu sama lain ingin diperlakukan yang sama saat usai sidang akhir nanti.
 
Hidup itu tau-tau
Tau-tau sudah senja, tau-tau hari sudah mau berganti lagi~
Photo by: Akbar
Hidup itu emang tau-tau. Sadar atau tidak, waktu berlalu tanpa tau apa saja yang sudah kita lakukan. 
Rasanya belum melakukan banyak hal, tau-tau sudah mendekati kelulusan. Rasanya baru kemarin begadang semalam suntuk, mengeluhkan ini itu, deadline mengantri ingin didahulukan, tau-tau sudah mulai memasuki ruang kosong di semester tua.

Se-tau-tau itu, sampai kita tidak sadar ternyata pemikiran-pemikiran sepele yang dulu sering dipersoalkan perlahan dilumat waktu.
Se-tau-tau itu, hingga tanpa sadar kita sudah mulai berbicara seperlu dan sebutuhnya saja.

Nanti saat semuanya sudah berlalu tidak akan ada yang sadar, masing-masing dari kita akan menghadapi kesibukan dan kehidupan lebih rumit, hingga lupa menoleh ke belakang dan tidak sempat melihat apa-apa saja yang pernah terjadi dan pernah mengisi ruang dalam hidup kita.
Ironis? Tidak.
Hidup itu tau-tau kok. Se-tau-tau itu, sampai kita tidak ada yang pernah tau apa yang akan terjadi kelak. Entah akan bertemu dengan teman-teman lama, atau menjadi bagian dari orang-orang di masa lalu, atau justru tidak punya titik temu untuk berkumpul lagi dengan mereka.
Nikmati saja, karena hari ini yang kita lewati belum tentu terjadi esok lagi. Walau begitu banyak kemungkinan-kemungkinan yang tidak mungkin, setidaknya ada cerita yang bisa dibagikan pada orang-orang yang ada di masa depan nantinya.
Nikmati saja, selagi masih bisa.


Salam,
Dari mahasiswa semester 7 yang dulu sering mengeluhkan tumpukan deadline dan sekarang kelu.
Dari mahasiswa yang ingin cepat lulus, tapi tidak ingin cepat meninggalkan kampus.
Dari mahasiswa yang menikmati sisa waktunya dan hanya bisa menjadi pengamat saja.
Dari mahasiswa biasa yang pelupa, yang butuh untuk diceritakan ulang agar tetap melekat hingga tua.


OS.

1 komentar:

  1. Waa... I totally agree! Tau-tau udah berumur aja. Tau-tau udah lulus sekian tahun yang lalu. Time flies!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.