Minggu, 14 Mei 2017

Makna Sebuah Pulang


Ketika kau berusaha menemukan satu demi satu makna sebuah pulang yang justru selama ini terabaikan

Kita tak ubahnya jam tua di dinding, yang terus melangkah jauh, berusaha mencari makna, tapi justru berakhir di mana hatimu berlabuh.
Kita tak ubahnya jam tua di dinding, yang membiarkan jarumnya berputar, katanya menantikan pencapaian, tapi berujung pada pulang.  
Kita tak ubahnya jam tua di dinding, yang mengiba pada kebebasan, berharap pada suatu tujuan, padahal yang kita temukan adalah rumah.  

Tentang siapa yang selalu ada untuk mendengar ceritamu dan menanggung setengahnya, apakah mereka yang kau tunggu dibalik pintu?
Tentang siapa yang selalu menyalakan semangatmu ketika padam dan kelopak pada mata sudah menghitam, apakah mereka yang menjadi tempatmu berteduh?
Saya tahu bahwa pulangku bukan pulangmu.

Pernahkah kau menyadari satu saja?
Bahwa pulang adalah kembali ke tempat di mana separuh hatimu tinggal,
Bahwa makna sebuah pulang bukan hanya kemana hatimu membawa, tapi tentang menghargai apa yang masih kau punya.
Hingga akhirnya mereka menua bahkan tiada, saya percaya pulang akan tetap melekat pada kita.

Pernahkah kau menyadari satu saja?
Mereka yang kini masih tetap ada, akan selalu menunggu di balik pintu, untuk menukar malammu menjadi sebuah cerita. Karena mereka takkan membiarkanmu sendiri walau lelah kaki ini pergi. 

Semburat oranye yang cantik dimuka sebuah rumah menunggumu tiba. Ia sempat kehilangan nyali, lantas bersembunyi dibalik pohon berkayu yang tinggi.
Dan, sudahkah kau merasa pulang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.