Jumat, 21 April 2017

Sesuai Zona Waktumu



“Kita hanya kalah oleh kekhawatiran dan ketakutan kita sendiri, sesuatu yang membatasi antara diri kita dan impian yang sering kita teriakkan”- Kurniawan Gunadi



New York 3 jam lebih awal dari California, tapi tidak berarti California lambat, atau New York lebih cepat. Keduanya bekerja sesuai "Zona Waktunya" masing-masing.
Seseorang lulus kuliah di usia 22 tahun, tapi menunggu 5 tahun untuk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27 tahun dan langsung bekerja.
Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yang lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90th. Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktunya" masing-masing.
Obama pensiun dari presiden di usianya yang ke 55, dan Trump maju di usianya ke 70.
Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya "tampak" di belakangmu.

Cuplikan tulisan di atas yang belakangan ini sering saya temukan menjadi sebuah pemahaman baru. Kita tidak perlu menyalahkan situasi, apalagi menyesal pernah menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu. Mungkin ini hanya soal waktu, karena setiap orang berlari di jalurnya sendiri. Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing, karenanya bekerjalah sesuai "Zona Waktu"mu. 



‘Rezeki itu ada waktu dan tempatnya’ -Kurniawan Gunadi-
Dan saya pun menjadi paham bahwa ada yang lebih baik daripada bertanya.
Bertanya tentang; kerja dimana, penghasilan berapa, sudah punya apa,
Kadang saya khilaf, jangan-jangan saya menjadi sebab hilangnya rasa syukur orang lain karena pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Pertanyaan yang seperti peduli tapi sebenarnya hanya penasaran karena ingin tahu. Keingintahuan tentang orang lain yang tidak bisa kita kendalikan.


-Ditulis setelah legowo-
Semarang, 21 April 22.53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.